Kamis, 22 Februari 2024

Hilangnya rasa malu

Dulu yang kita tahu hanya pablik figure (pekerja seni/selebritas) yang di sorot kehidupan pribadinya 
tapi sekarang semua orang dengan bangga mempertontonkan kehidupan pribadinya.
Dengan berkembangnya teknologi semakin hari manusia semakin jauh dari kata malu dan hilangnya kata yang biasa kita sebut dengan privacy. 
Bukankah ''malu itu sebagian dari pada iman'', bahkan salah satu hadist yang di riwayatkan Abu Huraira; Rasulullah ﷺ bersabda : iman terdiri dari 70 bagian dan salah satunya adalah rasa malu.
Sekarang kalau pengen tahu kehidupan seseorang itu sangat mudah sekali, tinggal lihat akun pribadinya, di sana kita akan menemukan semuanya, apa saja yang mereka lakukan.
''dari bangun di pagi hari sampai tidur lagi, bahkan yang sangat memprihatinkan mereka tidak malu membagikan aib rumah tangga sekalipun''.
Sangat miris memang tanpa sengaja kita di arahkan pada hal-hal yang bertentangan dengan akhlaq seorang muslim. nilai-nilai Islam makin lama makin berkurang..
Dalam ajaran Islam wanita di anjurkan berdiam diri di rumah untuk menghindari fitnah, dengan adanya sosmed wanita di rumahpun bisa menjadi fitnah.
Semua orang melakukan aktifitas di sosmed dari bergaul, berantem, bahkan bermesraan(walaupun bukan muhrim), kalau dulu orang melakukan maksiat hanya dia berdua yang tahu tapi sekarang ratusan ribuan bahkan bisa jutaan orang melihat, Nauzubillah minsalik.
 Di saat pagi haripun saat sarapan sebelum bekerja yang di bahas, ''oh si A semalam bikin status bla bla dan begitu pun si B semalam bikin status bla bla dan seterusnya'' 
..sungguh sesuatu hal yang sangat menyedihkan, setiap detik menit jam kita melakukan ghibah Astauqfirullah..padahal hukuman ghibah sangat jelas, di perumpamakan seperti memakan daging/bangkai saudaranya sendiri yang sudah mati(sangat menjijikan).
''barangsiapa yang membuka aib saudaranya maka Allah akan membuka aibnya sendiri''
Zaman sekarang bukan orang lain yang membuka aibnya tapi dirinya sendiri yang memposting di sosmed dari masalah rumah tangga, sesama saudara, teman dan masih banyak lagi.
Rasa malu sudah tidak ada, mereka pikir orang peduli dengan masalah mereka tapi sebenarnya mereka hanya kepo dan ujung-ujungnya hanya jadi bahan ghibahan.
Bijaklah dalam membuat postingan atau status, sebagai manusia yang beragama kita harus percaya hanya kepada sang khaliq tempat kita mengadu.


by oenienae

Rabu, 21 Februari 2024

Oh tetangga..!

Masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan kata ''pengajian'', bahkan kalau kita tidak ikut pengajian akan jadi bahan omongan.Saya sering berpikir,

''apa yang mereka bahas di pengajian?, 

karena saya melihat di lingkungan dimana saya tinggal tetangganya jauh......! bahkan seperti orang tidak tahu hukum agama. 

Seperti berisik sampai tengah malam apalagi kalau ada  hajatan bisa-bisa nembus subuh dan ada yang kerjanya kalau buang sampah ke rumah orang lain bahkan mereka beli rumah satu serasa beli rumah satu gang. Sampai-sampai ngomongin gaji suami ''siapa yang gaji suaminya paling besar dia akan ngeboss...Lingkungan yang tidak ada aturan😢😒

Suatu ketika saya bertanya (masih saudara tapi beda blok dengan saya) ;

''mba, kalau pengajian yang di bahas apa ya?''

''baca yasin''

''selain itu?

''ga ada''

''ga belajar tajwid gitu atau belajar tentang agama?''

''yang pernah saya ikutin, ya yasinan tapi sekarang saya udah ga ikut!''

''kenapa?''

''aku ga suka sama ketuanya, kalau ngomong serasa surga milik dia dan kita ini masuk neraka semua.''

''orang begitu mah banyak.''

''iya makanya jadi malas.''

Akhirnya saya paham dan kenapa saya punya tetangga seperti itu dan bahkan teman saya juga pernah bilang, tetangganya juga ga beda jauh tingkah lakunya dengan tetangga saya. tiba-tiba ada yang nyamper kami lagi ngobrol dan dia bicara sebentar dengan saudara saya.

''oia, yang barusan pak Yusuf, dia ketua DKM mesjid dan dia juga serjana agama.''

''bagus kalau begitu, kenapa ga pernah isi kultum di mesjid.''

''ngapain?.

''kan tahu sendiri tetangga di sini seperti apa, minimal ngasih tahu tentang hukum hidup bertetangga.''

''mana ada yang mau dengar dek!

Inilah yang sangat di takutkan ketika orang tahu hukum agama diam dan yang tidak berilmu bebas bicara, dan ada ungkapan di Inggris ;

''cukuplah kejahatan itu akan merajalela ketika orang baik tidak melakukan apa-apa''.

Dan ini yang terjadi di lingkungan saya, bahkan kalau kita tidak ikut dengan mereka di kucilkan. Seperti kalau ada yang ulang tahun harus ikut berisik sampai tengah malam dan malam minggu harus ngumpul sambil karaokean, saya pernah menegur sekali yang ada seperti ngomong sama tembok padahal itu sudah jam 23.00 WIB masih aza karaokean mana di hari kerja lagi, dalam hati saya hanya bisa istiqfar, pengen rasanya pindah tapi belum cukup dana. Yang lucunya salah satunya adalah ketua RT karena itulah tidak ada yang berani menegur.

Dalam sebuah hadist di katakan ;

Suatu ketika Allah memerintahkan malaikat untuk menghancurkan suatu kampung, setiba di kampung itu malaikat menemui salah satu ahli ibadah, malaikat pun berpikir kalau kampung itu di hancurkan, ahli ibadahpun akan ikut hancur dan malaikat kembali kepada Allah melaporkan hal tersebut. Diluar dugaan malaikat, Allah berkata;

''hancurkanlah dulu orang itu karena dia sadar akan agama dan Tuhan tapi dia tidak peduli dengan berbagai kejahatan dan kemungkaran di kampung itu.''

Salah satu hadist juga mengatakan;

''siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian hendaklah di rubah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan lisannya dan jika tidak mampu juga dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman.''

Kalau kita diam melihat kemungkaran dan kezholiman bisa jadi hati kita sudah mati, yang di takutkan kita sudah berkolaborasi dengan syetan. Nauzubillah minsalik, semoga kita tidak termasuk pengikut atau teman setan.

Real hidup di zaman sekarang, walaupun orang-orang tahu itu suatu kezholiman, karena melakukannya bersama-sama, mereka tenang-tenang saja dan seolah-olah semua itu bukan kesalahan tapi kebenaran.




Sepenggal kisah

{ 1 } pagi ini begitu cerah, aku berangkat sekolah dengan penuh semangat karena ini hari pertamaku menjadi siswi menengah pertama.,karena in...