Dulu yang kita tahu hanya pablik figure (pekerja seni/selebritas) yang di sorot kehidupan pribadinya
tapi sekarang semua orang dengan bangga mempertontonkan kehidupan pribadinya.
Dengan berkembangnya teknologi semakin hari manusia semakin jauh dari kata malu dan hilangnya kata yang biasa kita sebut dengan privacy.
Bukankah ''malu itu sebagian dari pada iman'', bahkan salah satu hadist yang di riwayatkan Abu Huraira; Rasulullah ﷺ bersabda : iman terdiri dari 70 bagian dan salah satunya adalah rasa malu.
Sekarang kalau pengen tahu kehidupan seseorang itu sangat mudah sekali, tinggal lihat akun pribadinya, di sana kita akan menemukan semuanya, apa saja yang mereka lakukan.
''dari bangun di pagi hari sampai tidur lagi, bahkan yang sangat memprihatinkan mereka tidak malu membagikan aib rumah tangga sekalipun''.
Sangat miris memang tanpa sengaja kita di arahkan pada hal-hal yang bertentangan dengan akhlaq seorang muslim. nilai-nilai Islam makin lama makin berkurang..
Dalam ajaran Islam wanita di anjurkan berdiam diri di rumah untuk menghindari fitnah, dengan adanya sosmed wanita di rumahpun bisa menjadi fitnah.
Semua orang melakukan aktifitas di sosmed dari bergaul, berantem, bahkan bermesraan(walaupun bukan muhrim), kalau dulu orang melakukan maksiat hanya dia berdua yang tahu tapi sekarang ratusan ribuan bahkan bisa jutaan orang melihat, Nauzubillah minsalik.
Di saat pagi haripun saat sarapan sebelum bekerja yang di bahas, ''oh si A semalam bikin status bla bla dan begitu pun si B semalam bikin status bla bla dan seterusnya''
..sungguh sesuatu hal yang sangat menyedihkan, setiap detik menit jam kita melakukan ghibah Astauqfirullah..padahal hukuman ghibah sangat jelas, di perumpamakan seperti memakan daging/bangkai saudaranya sendiri yang sudah mati(sangat menjijikan).
''barangsiapa yang membuka aib saudaranya maka Allah akan membuka aibnya sendiri''
Zaman sekarang bukan orang lain yang membuka aibnya tapi dirinya sendiri yang memposting di sosmed dari masalah rumah tangga, sesama saudara, teman dan masih banyak lagi.
Rasa malu sudah tidak ada, mereka pikir orang peduli dengan masalah mereka tapi sebenarnya mereka hanya kepo dan ujung-ujungnya hanya jadi bahan ghibahan.
Bijaklah dalam membuat postingan atau status, sebagai manusia yang beragama kita harus percaya hanya kepada sang khaliq tempat kita mengadu.
by oenienae